8 pertanda yang perlu Anda waspadai saat wawancara

Sebagian dari kiat wawancara dibuat untuk membantu Anda mendapatkan perkerjaan baru yang lebih baik, tips ini ditulis dengan pendekatan yang berbeda. Terkadang, Anda harus memutuskan untuk tidak menerima penawaran job baru. Bahkan ada tanda-tanda yang harus diwaspadai selama proses wawancara.

Tanda-tanda pada saat wawancara berikut ini akan memberikan Anda inspirasi mengenai pekerjaan tersebut bukanlah apa yang sedang Anda cari, bukan perusahaan yang cocok atau bukan bos yang akan memimpin dengan yang baik. Bahkan jika sudah memiliki pengalaman dalam berwawancara sebelumnya, apakah Anda bisa segera menyimpulkan terima atau tidak suatu pekerjaan ?

1. Pewawancara harapkan Anda untuk segera mulai bekerja

Merupakan suatu kepatutan yang umum untuk memberi tahu majikan atau atasan Anda pemberitahuan tertulis minimal 30 hari sebelum tanggal terakhir Anda berkerja. Jika pewawancara tidak menghargai atau tidak sepakat berkaitan pemberitahuan 30 hari dimuka tersebut, pertimbangkan apa yang bakal dikatakan oleh majikan atau atasan kita saat ini.

Jika pewawancara berkeberatan untuk mempekerjakan Anda tanpa menghargai pemberitahuan 30 hari dimuka, mungkin ada masalah di internal mereka yang tidak Anda sadari dan berpotensi membuat pekerjaan baru Anda, sulit. Disarankan agar berhati-hati.

2. Posisi tersebut memiliki ratio keluar-masuk karyawan tinggi

Hal ini selalu dianjurkan untuk ditanyakan kepada pewawancara mengenai pekerja sebelumnya yang menduduki posisi tersebut. Apakah ia mengundurkan diri atas kemauan sendiri atau telah dipecat ? Berapa lama ia menjabat posisi tersebut ? Ataukah justru ia telah dipromosikan ?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak jelas atau menyiratkan bahwa tugas pekerjaan ini memiliki ratio keluar-masuk karyawan yang tinggi, Anda harus mempertimbangkan kembali apakah dapat menerima tugas pekerjaan yang ditawarkan. Suasana kerjanya mungkin tidak nyaman. Atau lebih buruk lagi, harapan kerjanya tidak realistik. Apalagi jika pewawancara menegaskan bahwa siapa yang tidak suka silahkan keluar, hal ini perlu diwaspadai.

3. Kebanyakkan orang terlihat sunyi, terlalu bising atau terlihat tertekan

Ketika Anda berjalan ke ruang wawancara, apakah Anda mendapatkan kesan yang menakutkan ? Apakah itu terlalu senyap atau sebaliknya membuat Anda merasa gugup ? Intuisi Anda biasanya tepat ketika berhubungan dengan gaya kerja atau likungan kerja. Ketika lingkungan kerja terasa banyak tekanan dan ketat, Anda mungkin akan menilai bahwa diri Anda tidak akan menikmati pekerjaan tersebut.

Disisi lain, apakah lingkungan kerja terlalu bising ? Jika terlihat likungan kerja bising, sibuk atau banyak gangguan, Anda mungkin harus berjuang untuk memenuhi tanggung jawab Anda dalam tugas pekerjaan tersebut. Pertimbangkan seberapa cocok gaya kerja yang paling sesuai dengan minat Anda maupun jenis pekerjaannya. Ini bisa menjadi pertanda apakah pekerjaan tersebut cocok atau tidak dengan Anda.

4. Pewanwancara tidak dapat menjawab pertanyaan Anda

Pewawancara adalah perwakilan perusahaan dan wawancara sama pentingnya bagi Anda seperti juga bagi perusahaan. Anda perlu tahu apakah perusahaan tersebut memenuhi kriteria Anda sebanyak pewawancara yang perlu tahu dengan diri Anda apakah cocok bagi kebutuhan mereka.

Jika pewawancara kurang memberi informasi atau kesulitan untuk menjawab pertanyaan Anda tentang gaya kerja, budaya perusahaan atau pekerjaan itu sendiri, maka hal ini menjadi pertanda kuat bahwa perusahaan mungkin tidak memiliki hal-hal yang Anda maksud. Sebuah perusahaan yang solid akan menunjuk wakil yang kompeten untuk mewawancarai kandidat.

5.Perusahaan mengharapkan Anda berpartisipasi dalam acara-acara setelah jam kerja

Ketika menempati posisi tertentu di perusahaan dituntut menjadi “keluarga” melebihi keluarga Anda sendiri, maka berhati-hatilah. Harapan untuk menghadiri setiap acara perusahaan diluar waktu Anda bekerja, dapat diartikan bahwa pimpinan perusahaan tersebut tidak menghormati keseimbangan kehidupan kerja. Tentu, sebuah perusahaan dapat merencanakan acara dan mengundang Anda untuk menghadiri setelah jam kerja (dan juga keluarga Anda), tapi hal ini seharusnya tidak menjadi tuntutan mutlak secara terus menerus.

Jika sebuah perusahan berencana menyelenggarakan acara atau kegiatan selama jam kerja seperti makan siang bersama atau bakti sosial, hadirilah. Jika perusahaan mengharapkan Anda untuk mengambil waktu Anda bersama keluarga terlalu jauh dan berlebihan, tetapi keberatan untuk membayar uang lembur atau kompensasi lain, pertimbangkan ini sebagai pertanda yang kurang baik yang dapat menimbulkan ketegangan tersendiri pada hubungan pribadi Anda.

6. Pewawancara tampak kurang profesional

Seperti dibahas sebelumnya, pewawancara adalah perwakilan perusahaan. Waspadai ketika pewawancara Anda membuat komentar yang tidak pantas, terlambat atau berperilaku tidak profesional lainnya. Ada pertanyaan yang tidak pantas dikemukakan pewawancara, antisipasi setiap pertanyaan yang diskriminatif atau berpotensi bersinggung dengan masalah SARA, sebaiknya fokus pada kualifikasi Anda saja.

Jika pewawancara Anda terlambat, mungkin dapat dimaklumi, tetapi jika ia tidak minta maaf dan tampaknya menjadi suatu hal yang normal saja, dapat dianggap pertanda bahwa likungan kerjanya tidak terstruktur dari pada yang seharusnya untuk sebuah perusahaan yang produktif dan profesional.

7. Proses pengrekrutan tidak teratur

Pernahkan Anda memperhatikan bahwa Anda tampaknya menjadi beban atau terabaikan selama proses perekrutan ? Misalnya, wawancara berlangsung tergesa-gesa ? Apakah proses penjadwalan wawancara terasa lebih sulit dari pada datang ke lokasi wawancara ?

Ketika proses pengrekrutan perusahaan tidak teratur atau kacau, Anda mungkin akan berjalan ke sebuah lingkungan kerja yang sama tidak teraturnya bahkan kacau. Pastikan bahwa Anda tidak buta terlihat oleh apa yang tampaknya menjadi baru, kesempatan yang lebih baik dan menerima pekerjaan yang menambahkan lebih banyak stres dan kekacauan dalam hidup Anda.

8. Tugas pekerjaaan tampaknya terlalu bagus untuk diyakini

Intiusi dapat menjadi panduan yang berharga. Jika selama wawancara Anda mulai percaya bahwa pekerjaan tersebut terlalu bagus untuk menjadi nyata, mungkin saja. Suatu harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Miskomunikasi dapat mempengaruhi keputusan Anda dan menyisakan kekecewaan serta frustasi.

Ajukan pertanyaan yang spesifik kepada pewawancara untuk memastikan bahwa Anda memiliki presepsi yang akurat dari pekerjaan baru, perusahaan baru dan lingkungan baru nantinya. Jika wawancara Anda memberikan intuisi kepada Anda menjadi kurang percaya diri dalam kesempatan yang baru, Anda mungkin perlu mempertimbangkan pertanda bahwa ini mugkin bukan pekerjaan yang cocok buat Anda.

 

Related posts

Leave a Comment